SIAPAKAH KITA SAAT INI?

Saat aku tahu langit kala itu tak berbintang.
Hatiku bergeming dan bertanya, “mungkinkah hujan malam ini tiba-tiba datang?”
Seperti jeda diantara sajak dan diksi tak terlihat,
Seperti tidak sadar bahwa ada yang hilang diantara pertemuan senja itu.

Sepi, aku merasa sepi jika harus menyaksikannya sendiri.
Menyaksikan hujan yang turun dan berkata, “Semua baik-baik saja. Siapa yang kau takutkan? Dinginnya malam? Ataukah dinginnya sebuah hati?”

Benarkah ada sebuah pertanyaan yang belum usai engkau jawab?
Benarkah perasaan ini tidak boleh satu orang pun tahu?
Benarkah jiwa ini mulai bertanya, siapakah pemilik hati yang terbungkus rapih itu?
Benarkah pertanyaan itu belum juga kau jawab?

Pada akhirnya, sebelum malam menjemput senja.
Aku melihat bahwa senja kala itu tidak seindah jingga yang aku harapkan.
Bibir ini kelu dan membiarkannya diam seribu bahasa.
Aku tahu, ada jeda yang tak terlihat diantara kita.
Aku tahu, kita temui jalan dan aku memilih yang berbeda.
Sedangkan kau, aku tak mengetahuinya.

Siapa yang bilang jika senja kala itu adalah impianku bersamamu.
Maka, jingga adalah sebentuk harapan untuk dapat menjalani hidup denganmu.
Siapakah aku?
Siapa kau?
Siapakah kita saat ini?
Apakah malam kali ini tak berbintang dan hujan datang diantara kita?


Kalideres, 6/3/2016

Komentar

Celoteh Paling Populer