Balada IPK Mahasiswa


Lo pasti kenal apa itu IPK? Bagi mahasiswa yang duduk dibangku perkuliahan tentu mengenal apa itu IPK. Sebagian orang menganggap IPK adalah dewa. Mungkin tidak sedikit mahasiswa mengagung-agungkan IPK yang tinggi. Tapi bagi gue IPK hanya sebagai refleksi diri aja. Gue masih bisa hidup tanpa IPK. Gue masih bisa jalan-jalan, makan, nongkrong dan kegiatan aktivitas lainnya meskipun tanpa kehadiran si IPK ini.

Sayangnya, perkuliahan membutuhkan IPK sebagai tolok ukur. Iya, TOLOK UKUR. Memiliki IPK tinggi diatas 3,5 adalah impian setiap mahasiswa. Pengalaman gue selama enam semester kuliah bahwa IPK mempengaruhi pengambilan mata kuliah. Misalkan IPK gue di atas 3,0 maka gue dapat mengamil mata kuliah 21 hingga 24 sks. Tapi kalau di bawah 3,0 paling mentok hanya mengambil 12 sampai 18 sks.

IP/IPS hampir serupa dengan IPK. Kalau IP/IPS adalah Indeks Prestasi Semester, jadi total atau jumlah nilai lo dalam satu semester aja. Sedangkan IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah angka yang menunjukkan sebuah prestasi atau keberhasilan studi seorang mahasiswa mulai dari semester awal hingga semester terakhir. Sekarang bisa bedain kan apa itu IP dan IPK?

Semakin lo sedikit ambil mata kuliah karena IPK lo kecil, maka semakin lama pula lo lulus dari dunia perkuliahan. Mungkin buat adik-adik MABA atau Mahasiswa Baru, awal perkuliahan adalah masa-masa seru karena lo baru saja melepas masa-masa SMA atau berseragam. Di dunia kampus yang baru lo injak kakinya ini, lo akan memiliki pengetahuan yang semakin bertambah, teman lo juga makin banyak, kegiatan lo pun beragam, dan biasanya MABA itu aktif diperkuliahan awal-awal semester. Bagaimana nasib mahasiswa tingkat akhir kayak gue?

Gue punya pengalaman pahit dalam perkuliahan mulai dari IP yang cuman dapet 2,1 sampai harus ngulang mata kuliah. Gue sekarang udah koleksi nilai dari A sampai E. Menyedihkan kalau menceritakan kembali masa-masa gue kuliah dulu. Bahkan gue pernah terancam untuk menahan 1 semester lagi karena matakuliah yang gue ambil sedikit. ITU SALAH SIAPA? SALAHKAN KARENA IPK GUE YANG KECIL ATAU KARENA GUE YANG NGGA BISA IKUTI PERKULIAHAN DENGAN BAIK?

Perjalanan gue mungkin tidak selika-liku orang banyak, tapi gue meyakini setiap mahasiswa punya perjalanan yang beragam. Ada yang mulus dan lancar-lancar aja, ada juga harus terpaksa berhenti ditengah jalan. Itu semua balada mahasiswa. Bicara soal perjalanan hidup mahasiswa diperkuliahan tentu yang paling terasa adalah pola pikir kebanyakan orang tentang IPK. Cerita gue soal IPK cukup pahit. Awal tahun pada semester 1 dan 2, IP gue hanya 2,3 dan 2,1. IPK gue pun hanya 2,2. Selain itu, gue harus ngulang beberapa matakuliah dan mendapatkan nilai D dan E.

Cukup pahit memang. Alhasil, gue harus menelan mentah-mentah bahwa gue hanya bisa ambil 18 sks untuk semester 3 dan 4. Sejak saat itu gue mulai dendam. Gue pun belajar memotivasi diri gue sendiri untuk bisa memperbaiki diri lagi. Cara memotivasi diri paling baik adalah dengan cara mengetahui kekurangan dan kelebihan lo. Kalau lo tau dimana letak kekurangan lo, maka lo juga akan tahu bagaimana cara mengatasi kekurangan lo itu.

Dendam itu berbuah manis.

Semester selanjutnya IP gue naik. Kalau semester 1 gue cuman dapat 2,3 maka disemester 3 IP gue jadi 2,9. Lalu kalau disemester 2 gue dapat 2,1 maka disemester 4 gue dapat 3,2. Ketika gue jatuh dalam nilai perkuliahan, gue hanya ingat kata-kata orang tua gue yang menginginkan gue untuk bangkit disaat terpuruk. Ketika dendam itu telah menjadi dendam yang manis untuk ditelan dan pahitnya berkurang. IPK gue yang serupa 2,2 kemudian naik menjadi 2,6.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, disemester selanjutnya IP gue naik dari 3,2 menjadi 3,3 dan sekarang 3,4 dan IPK gue sekarang jadi 2,8. Target gue adalah minimal 3,0. Gue yang awalnya berpikiran bakalan nambah 1 semester lagi dan harus menjalani wisuda sendiri diantara angkatan di bawah gue. Sekarang semakin termotivasi untuk bisa lulus tepat waktu. Itulah balada IPK mahasiswa.

Gue kurang begitu paham dengan sistem perkuliahan dikampus lain. Apakah sama seperti dikampus gue atau enggak? Tapi yang perlu di garis bawahi adalah Ketika lo berada dalam keadaan tertinggal, lo harus bisa memotivasi diri lo untuk dapat mengejar ketertinggalan lo itu. Karena sebenarnya seorang mahasiswa punya beban besar untuk bangsanya sendiri. Bukan hanya mahasiswa yang punya beban besar, setiap orang jelas punya beban. Tapi ingat-ingat lagi deh, apa guna dan fungsinya lo kuliah lama, buang-buang waktu di kelas, jalan kesana kemari, kalau bukan satu tujuan yaitu mencerdaskan bangsa lo sendiri melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Jadi, apa balada IPK lo?

Apapun kisah dalam perkuliahan, tentu lo harus sudah bisa berpikir dewasa bahwa lo hidup bukan hanya untuk sendiri.

SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU!! SELAMAT BERGABUNG BERSAMA DUNIA PERKULIAHAN!

Salam rindoe dari Mahasiswa Tingkat Akhir,
Fitrasoekadi

Komentar

Celoteh Paling Populer