BUDAYA DALAM KOMUNIKASI INTRAPERSONAL



Budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. (Edward T. Balai)

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13), sedangka Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara lading (Soerjanto Poespowardojo 1993) Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar.

Sifat Budaya mengacu pada sebuah gaya hidup yang relatif khusus dari sekelompok orang dan terdiri dari nilai-nilai keyakinan, artefak, cara berperilaku, dan cara untuk berkomunikasi, termasuk bahasa, mode berpikir, hukum, dan Agama. Masyarakat Arab memiliki nilai dasar diantaranya harga diri, kehormatan dan reputasi seseorang amatlah penting kemudian loyalitas kepada keluarga di atas kepentingan individu dan status individu ditentukan diposkan oleh kelas sosial, latar belakang keluarga, karakter dan prestasi (hasil) yang dicapainya.

Relativitas Bahasa Pada tahun akhir 1920-1930an antropolog lingustik merumuskan bahwa karakteristik bahasa mempengaruhi cara kita berpikir. Bahasa yang kalian gunakan membantu kita untuk menyoroti tentang perbincangan yang sedang kalian bicarakan. Sehingga bahasa membantu kita dalam berkomunikasi, dan perbedaan bahasa tidak membuat perbedaan yang sangat penting dalam persepsi, pemikiran atau perilaku.

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar  atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.

Macam - macam keyakinan diantaranya;
1.      Pengalaman ialah kita mengalami sendiri, tetapi dalam, dunia yang kompleks jangkauannya dan terbatas.
2.      Keyakinan Informasi yaitu dibentuk radio dari, tv, majalah, buku atau orang tua yang ulasannya sangat dipercaya. Keyakinan BANYAK dibentuk melalui bahasa dari INFORMASI. Implikasinya akan berdampak pada media yang akan mempengaruhi keyakinan.
Keyakinan disimpulkan ialah inferensi ulasan yang sangat dipengaruhi oleh budaya.

Budaya ditularkan dari satu generasi ke generasi yang lain melalui enkulturasi yaitu suatu proses dimana kita mempelajari kebudayaan saat kita dilahirkan (budaya asli kita). Selain itu,sebuah proses yang berbeda dari mempelajari budaya adalah akulturasi, proses dimana kita mempelajari aturan -aturan dan norma-norma budaya yang berbeda dari budaya asli kita. kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam, kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan nama kelompok itu sendiri. Alkulturasi terdapat bahasa, religi, organisasi sosial kemasyarakatan & penggunakan sistem pengetahuan.

Sifat Budaya diantaranya tidak identik dengan ras atau kebangsaan, gender adalah Variabel Budaya dan budaya lulus melalui generasi. Tujuan budaya perspektif diantaranya Universal vs Relatif, berkomunikasi dalam situasi bervariasi dan memahami tidak semua praktek yang sama atau acceptable. Secara normatif komunikasi antar pribadi mengandalkan cara berkomunikasi yang dihubungkan antara artikel baru value per share - value per share yg dianut setiap orang. Artinya adalah nilai - value per share berbeda diantara-diantara nama kelompok etnik yang dapat menunjang dan mungkin merusak perhatian ketika antar pribadi berkomunikasi. Gaya komunikasi berkaitan artikel baru individu maupun sekelompok etnik Tujuan melihat Perspektif Budaya melalui menembus yaitu semua bentuk komunikasi, penting utk memahami bahwa hal inisial mempengaruhi dapat. memahami bagaimana komunikasi bekerja & menguasainya ketrampilan komunikasi. Budaya mempengaruhi bahwa semua tipe komunikasi. Membutuhkan memahami komunikasi yg efektif dlm berbagai macam situasi budaya (pekerjaan, kehidupan pribadi, sisial). Kesuksesan tergantung pada pemahaman, kemampuan kom effektif artikel baru budaya berbeda. Budaya juga membantu membedakan apa yg benar / tdk benar. Memahami bahwa regular tidak  semua kebiasaan - kebiasan harus sama dan diterima. Kita juga harus regular tidak Selalu mengikuti kebiasaan dan Budaya kita Sendiri. Sistem penggunaan komunikasi antar budaya yaitu mencari informasi akses sesuai artikel baru keadaan / budaya yang sebenarnya kemudian mengurangi ketidakpastian / kerancuan dalam, perbedaan budaya artikel baru mendengarkan secara aktif, memeriksa persepsi nama dan kembali dan memperhatikan pembuatan balik. Selain itu, mengakui perbedaan artikel baru pribadi-pribadi lain yang berbeda budaya seperti nama kelompok, makna, berbagi setiap nilai, kepercayaan, sikap) sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana yg kita kehendaki. Lalu, menghadapi stereotype yaitu ketika dijalankan di bawah sadar dapat menciptakan masalah komunikasi serius. Setelah itu, menyesuaikan komunikasi bahwa belajar isyarat orang lain dengan bagaimana mereka menggunakan dan apa yang mereka maksudkan.  Pada saat membagi sistem isyarat artikel baru dengan personal, sehingga mereka dapat memahami diri kita. Selanjutnya, mengurangi etnosentrisme dan mengendalikan culture shock

Perbedaan budaya memiliki empat jalan utama yang utamanya berguna bagi komunikasi yaitu jarak kekuasaan, orientasi maskulin dan feminin, kolektivisme dan individualisme, dan konteks tinggi dan rendah. Jarak Kekuasaan bahwa dalam beberapa budaya, kekuasaan terpusat pada sedikit orang dan terjadi perbedaan besar kekuasaan yang dimiliki oleh orang-orang itu dan rakyat biasa. Hal ini disebut budaya dengan jarak kekuasaan yang tinggi misal. Negara Meksiko, Brazil, India, dan Filipina. Kemudian dalam budaya dengan jarak kekuasaan yang rendah, kekuasaan didistribusikan kepada keseluruhan penduduk. Contohnya, Negara Denmark, Selandia Baru, Swedia, dan sebagian Amerika. High Power Budaya Berdasar pada simbol kekuatan, kekuasaan dipusatkan pada sedikit orang, menghormati wewenang atau kekuasaan, wewenang / kekuasaan diinginkan & menguntungkan  serta bersikap tegas dan berhadapan langsung dipandang yang negative. Low Power Distance terdiri dari kekuasaan yang lebih didistribusikan ke seluruh penduduk kemudian kekuasaan meragukan yang dianggap berbahaya dan perlu diatasi, lalu mengurangi simbol kekuatan melalu persamaan hak / egalitarian.

Akibat dari daya jarak ialah penghindaran ketidakpastian. Nilai Budaya untuk menanggung resiko dan menghadapi keadaan ambigu karena dapat menjadi suatu ancaman terhadap masyarakatnya. Bagaimana budaya berbeda yaitu antara budaya high context vs budaya low context. Budaya hight context  adalah informasi yang dikenal oleh semua anggota melalui komunikasi sebelumnya, sedangkan budaya low context  ialah informasi secara lain di pesan Verbal. Budaya high context memiliki prosedur pengajian pengalihan informasi yang lebih sukar. Nusantara memisahkan SPI setiap individu yg mengkomunikasikan. Budaya low context diantaranya memiliki prosedur pengajian pengalihan informasi menjadi lebih mudah dan memisahkan SPI serta setiap individu yang mengkomunikasikan SPI.

Persepsi terhadap tugas dan relasi.  High context diantaranya;  mengutamakan relasi sosial dalam, melaksanakan tugas, berorientasi sosial dan hubungan pribadi. Low context diantaranya;  relasi antar manusia dalam, tugas berdasarkan relasi tugas, berorientasi tugas dan hubungan Impersonal.
Persepsi terhadap kelogisan informasi HCC (High Context Culture); Nusantara menyukai informasi yang rasional, mengutamakan emosi, mengutamakan basa – basi. LCC (Low Context Culture) ; Menyukai nformasi yang rasional, menjauhi sikap emosi, Nusantara mengutamakan basa – basi.         
Persepsi terhadap komunikasi diantaranya; memakai  komunikasi regular tidak langsung, mengutamakan pertukaran informasi yang non verbal, mengutamakan suasana komunikasi yang non formal, memakai komunikasi langsung, mengutamakan pertukaran informasi secara lisan dan mengutamakan suasana komunikasi yang resmi
Persepsi terhadap pola negosiasi HCC yaitu mengutamakan perundingan melalui hubungan manusia, pilihan komunikasi meliputi perasaan dan intuisi, mengutamakan hati bahasa dari pada otak. Sedangkan, LCC yaitu mengutamakan perundingan melalui tawar-menawar, pilihan komunikasi meliputi pertimbangan rasional dan mengutamakan otak daripada hati
Persepsi terhadap informasi tentang individu diantaranya HCC yaitu mengutamakan individu dengan new article melalui mempertimbangkan faktor sosial, mempertimbangkan loyalitas individu kepada nama kelompok. Sedangkan, LCC yaitu; mengutamakan kapasitas individu tanpa memperhatikan faktor sosial, nusantara mengutamakan Pertimbangan loyalitas indvidu kepada nama kelompok.

Maskulin-Feminin yaitu konsep kebudayaan yang mengindikasikan derajat berbagi per nilai atas perilaku tertentu. Maskulin terbagi pada laki-laki dipandang tegas, kuat, memiliki orientasi materi kesuksesan pada  hubungan atau pergaulan lebih pada ketegasan, ambisi, persaingan,  serta konflik dikonfrontasikan secara langsung & utk memperebutkan persaingan, strategi menang - kalah dalam, konflik, hingga pada organisasi yang menekankan persaingan, sifat agresif , reward pekerja berdasarkan pada kontribusi perusahaan / prestasi diakui pada saat terhutang. Feminisme diantaranya penekanan pada kualitas hidup, sosialisasi, rendah hati, sopan, kemudian menekankan pada kedekatan hubungan, selanjutnya kompromi dan perundingan penyelesaian konflik dalam,, persetujuan, win - win solution, lalu perusahaan atas pekerja kepuasan, menghargai kebutuhan berdasarkan, menghargai sesama & simpati terhadap pada orang yang kekurangan serta merasa seimbang antara jenis kelamin, gender.

REFERENSI:

Komentar

Celoteh Paling Populer