Rindu Seperti Virus

Rindu seperti virus.
Menyerang perlahan dan kadang mematikan.
               Pada 2010 aku masuk sekolah swasta. Sekolah menengah kejuruan atau SMK. Disana menjadi titik awalku mengenal dunia radio. Terlalu sering aku menghabiskan waktuku disana. Kembali aku merenung dan mengingat saat pukul 07.00 pagi radio sekolahku mengudara. Aku ingat saat tahun 2011 aku dan rekan seperjuangan mulai melalui masa menjadi pengurus radio disana. Semua kami pelajari dari titik nol. Mulai menulis naskah, menyiarkan sampai melalui rekaman-rekaman untuk iklan layanan masyarakat. Kubilang itu masa paling indah. Aku rindu, rindu sekali.
               Gemetar rasanya setiap kali aku mengingat semuanya. Rasanya pelupuk mataku hendak meluber. Saat belajar mengelola untuk terus mengudara bahkan saat aku belajar berorganisasi disana. Radio sewaktuku sekolah dulu mulai mengudara pukul 07.00 hingga 21.00 malam. Kau tau bagaimana memperjuangkan itu semua? Masih ingat setiap kali aku dapat bagian untuk siaran malam rasanya selalu ada saja sensasi tersendiri yang sulit terungkapkan. Sewaktu SMK dulu, aku aktif diekskul basket dan pencak silat. Hanya saja, semua tak bertahan lama karena apa? Karena aku hanya ingin mendedikasikan diriku pada radio. Organisasi yang membesarkan aku melalui pengalaman-pengalaman berarti. Bukan tanpa alasan aku bertahan disana. Bahkan mendekati Ujian Nasional atau UN aku masih menyempatkan diri berada disana. Memberikan kontribusiku untuk organisasiku. Itulah aku sewaktu SMK. Kini aku rindu kepada rekan-rekan seperjuangan. 3 tahun sudah aku bersama mereka dan berlalu begitu saja.
               Memasuki dunia perkuliahan pada 2013 aku kembali mengenal ilmu radio –baru. Dengan sedemikian perubahan dan revolusi dalam perkembangannya. Kusebut saja, Radio Kampus.
               BERBEDA KAH?
               Tidak jika ditelusuri dengan kegiatannya. Aku terbiasa beroganisasi bahkan bagiku tim dalam sebuah radio menganut sistem kekeluargaan. Aku jelas menikmatinya saat tergabung pada radio kampus, tapi sayangnya aku tidak sebaik dulu. Berdedikasi tinggi & siap terlibat dalam apapun. Aku mungkin salah tapi semoga saja hanya aku yang salah. Membicarakan tentang kenyamanan dalam bekerja. Aku mengetahui sistem kekeluargaan dalam organisasi radio kampusku. Tapi aku sadar, aku tak bisa senyaman sewaktu aku masih SMK. Ini yang terberat dalam hidupku. Aku ingin terus menjadi seorang pekerja di radio. Meskipun radio akan lenyap oleh jaman atau menjadi revolusioner dalam perkembangan teknologi masa kini. Itu semua tak senikmat, senyaman dan seindah sewaktu aku di radio sekolah.
               Entah karena kurangnya rasa profesionalitasku. Aku harap itu benar.
               Sekali lagi, aku berusaha untuk nyaman dan terus menikmati posisiku. Sayangnya, aku seperti sulit bertahan saat ini. Hatiku goyah dan sedang menerawang jauh disana. Ada yang jauh membuatku lebih totalitas. Dimanakah itu? Aku tahu jawabannya. Hanya saja, sulit untuk aku goreskan pena tinta pada lembaran kertas ini. Terlalu rahasia dan tak ingin menyakiti.
               Lalu apa tujuanku tetap bertahan sedangkan aku tak nyaman.
               Karena radio sekolahku. Sesimple itu saja sudah mewakili semuanya. Aku ingin memperbaikinya, maka aku harus belajar banyak melalui radio kampusku. Meski rasanya aku ingin mengundurkan diri, tapi sekali lagi, bukan salah pada organisasi ini, tapi salahkan saja aku. Aku yang terlalu berharap tak mampu meninggalkan masa lampauku. Aku masih terpaku dan terdiam pada satu titik yaitu radio sekolahku. Sedangkan, waktu terus bergulir, berjalan dan meninggalkan. Aku harus maju. Memiliki pondasi kuat maka aku pun dapat menunjukan bagaimana radio sekolahku juga akan maju. Bukan hanya aku yang bergerak tetapi bersama. Bukan hanya aku yang terus berkembang tetapi bersama.
               Kegelisahanku berakhir pada pukul 15.17 WIB, sore ini. 27 September 2014 mengingatkan aku akan semua masa lalu. Terlampau usang dan berdebu tebal. Kini aku sepertinya harus kembali mengingat bagaimana aku berjuang maka akupun harus memperjuangkannya.
               Dua organisasi bertolak belakang, kegemaran dan kebutuhanku.
               Biarkan Jurnalis menjadi jalanku. Biarkan pendaki menjadi pilihanku. Dan biarkan proses menjadi saksi bisu atas perjuanganku.
Maka, biarkan Rindu menjadi Virus dalam diriku.


Untuk kau teman seperjuangan radioku, Aku sangat merindukanmu…
Salam Radio!!
FITRA.


UNTUK KAU YANG AKU RINDUKAN

Komentar

Celoteh Paling Populer